Kamis, 12 November 2009

MAHABBAH



Jiwa Merindukan Surga


Kenikmatan dan keindahan apalagi yang akan engkau rasakan selain kenikmatan dalam mencintai-Nya dalam hidup ini? Percayalah, bila hal ini terjadi pada dirimu, engkau telah merasakan manisnya surga sebelum engkau merasakan surga yang sebenarnya.

Hatimu memancarkan kebahagiaan karena penuh dengan cahaya Cinta-Nya. Ada surga di pelupuk mata saat engkau melihat dan terpejam. Ada surga di telinga saat kau mendengar. Ada surga di lidah saat kau diam dan bicara.

Apa yang kau rasakan di dalam perutmu kau rasakan bagai makanan surga. Rasa laparmu menimbulkan kerinduan mendalam bersama ingatan akan kekasihmu, Allah...Rabbuna wa Rabbukum. Inilah buah cinta sejati yang manisnya akan terasa hingga dibawa mati. Hidupmu penuh berkah. Wajahmu memancarkan cahaya. Doamu dikabulkan. Permohonanmu diijabah. Inilah buah cinta para kekasih-Nya, yaitu para nabi, rasul, wali, shiddiqin, syuhada, dan shalihin.

Karena kasih sayang dan cinta-Nya yang mendalam, doa para kekasih-Nya dikabulkan. Sulaiman 'alaihis salam meminta kerajaan, Allah kabulkan. Ibrahim 'alaihis salam memohon anak dan kemakmuran negeri Makkah, Allah kabulkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memohon banyak permintaan, Allah kabulkan.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata, "Sungguh, saya memiliki jiwa perindu. Jiwa merindukan kepemimpinan, maka saya mendapatkannya; merindukan khalifah, maka saya meraihnya, dan sekarang jiwa itu merindukan surga."
Umar bin Abdul Aziz pernah menjadi gubernur Madinah dan menjadi khalifah. Lalu beliau mati syahid, sebab saat terakhir itu jiwanya merindukan surga-Nya.

0 komentar:

Poskan Komentar